Mengatasi Operasi Caesar bagi Ibu Hamil

Menghadapi Operasi Caesar bagi Ibu Hamil, baik itu karena alasan medis atau karena memang sudah direncakan, tetap saja memberikan rasa takut bagi sang ibu, suami atau keluarga yang lain. Operasi caesar yang direncanakan, memang tidak perlu lama menunggu kontraksi seperti saat proses persalinan normal, dan dapat dikerjakan selama satu jam, sehingga anda dan keluarga bisa lebih mempersiapkan mental dan fisik.

Adapun hal-hal lain yang perlu mendapat perhatian khusus setelah operasi caesar, adalah:

  1. Menjaga kebersihan di sekitar bekas jahitan operasi Caesar.
  2. Sebelum kering bekas jahitan tidak boleh terkena air, sehingga untuk membersihkan badan cukup diusap dengan air hangat.
  3. Setelah tiga hari operasi caesar, perban diganti dengan yang tahan air agar Ibu bisa mandi.
  4. Menjaga kebersihan tangan agar tetap steril, pada saat merawat luka bekas jahitan operasi caesar.
  5. Untuk mengurangi rasa nyeri atau ketidaknyamanan pada luka, gunakan bantal yang lembut pada perut selama beberapa hari setelah persalinan caesar.
  6. Cobalah untuk tertawa, batuk, menyusui, agar otot perut ibu tetap aktif.
  7. Jangan melakukan aktivitas fisik yang berlebihan, untuk menghindari rasa sakit saat jahitan di dalam yang belum kering.
  8. Jangan minum minuman bersoda dan makanan yang memicu penumpukan gas dalam perut, yang memicu terjadinya sembelit.
  9. Meski terasa sangat gatal, jangan menggaruk bekas luka agar terhindar dari infeksi.
  10. Operasi Caesar yang dilakukan lebih dari 3 kali, akan meningkatkan resiko komplikasi pelekatan antar organ di dalam perut wanita.

Kesembuhan setelah Operasi Caesar akan diikuti rasa tidak nyaman pada perut selama 48 jam. Rasa tidak nyaman ini, bisa diatasi dengan berbagai analgesic. Setelah hari ketiga, kesembuhan bekas operasi caesar akan lebih cepat. Ibu sudah boleh menyusui, dan benang jahitan pada kulit perut akan dihilangkan setelah seminggu, dan anda pun sudah boleh merawat bayi sendiri.

Leave a Reply